GALIH DIKA PERMANA

Posted by Star Act Development Center | 11:13 PM


Pria yang bernama lengkap Galih Dika Permana ini lahir pada tanggal 04 mei 1986 di Bogor. Galih atau Dika, begitu biasanya ia dipanggil oleh teman-temannya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja di PLN sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Pada tahun 1992 merupakan tahun pertamanya masuk sekolah, yakni TK Persiwa BPK. Sekolah nya waktu itu cukup dekat dengan rumahnya, sehingga setiap hari dia selalu jalan kaki untuk mencapai sekolahnya.

Pada tahun 1998 Galih melanjutkan sekolahnya di SDN Pondok labu 03. Beliau merupakan salah satu siswa yang berprestasi di sekolah tersebut. Hal ini di buktikan dengan nilai-nilai mata pelajaran yang di ikutinya. Ia selalu berada pada rangking 10 besar disekolahnya. Pada tahun 2001 beliau meneruskan sekolahnya Di SLTPN 85 Jakarta. Setelah lulus dari SLTPN 85, dia melanjutkan ke SMUN 97 Jakarta. Di SMU ini prestasi akademiknya terus menanjak, hal ini dapat dilihat sejak kelas satu selalu berada pada rangking 5 besar. Selama sekolah di SMU 97, ia mulai belajar berorganisasi. Organisasi pertama yang digelutinya adalah ROHIS 97. di organisasi ini, cukup banyak pengalaman yang di dapatnya yang kelak berguna baginya menghadapi tantangan berorganisasi selanjutnya.

Walaupun selalu mengukir prestasi di sekolahnya, ia tidak sombong terhadap orang lain. Hal ini terlihat dari banyaknya teman yang dekat dengannya. ia termasuk remaja yang supel dan pintar bergaul dalam hubungannya dengan orang lain. Pada waktu SMP dan SMU, ia senang sekali kalau bisa kumpul bareng teman-temannya.

Setelah tamat dari SMU 97, Galih melanjutkan studinya di suatu universitas negeri yang cukup terkenal yakni, Universitas Islam Negeri atau yang lebih dikenal dengan singkatan UIN. Di sini, dia mengambil jurusan Psikologi, karena menurutnya, seorang sarjana psikologi mampu mengetahui dan memahami tentang karakter manusia yang sangat kompleks, sehingga pengetahuan tersebut akan sangat berguna nantinya dalam bidang sosial yang ingin di gelutinya sesuai cita-citanya pada masa kecil.

Selama di UIN, ia mengikuti cukup banyak kegiatan organisasi kemahasiswaan. Diantara nya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciputat. Disini, selain belajar mengenai organisasi tingkat mahasiswa, ia sedikit-sedikit belajar mengenai politik. Banyak jabatan yang ia pegang selama aktif di HMI, seperti sie. Kesekretariatan HMI, Koord. Divisi Litbang HMI sampai menjadi Ketua LK 1 HMI.

Selain di HMI, Ia juga pernah mengikuti organisasi kemahasiswaan lainnya yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah, yakni Forum Pengkajian Psikologi Islam (FP2I). Kalau di HMI dia belajar tentang politik kampus dan negara, maka di FP2I-lah ia belajar mengenai akademik (pendidikan) seputar psikologi islam. Di organisasi ini sangat banyak pengalaman, keterampilan dan ilmu yang di dapat olehnya, boleh dibilang, disinilah pola pikirnya banyak terbentuk. Banyak sekali orang –orang hebat di FP2I yang memberikan pengaruh positif padanya, seperti mengajarkan tentang apa itu arti kesuksesan, bagaimana mengembangkan potensi diri, berperilaku sosial yang baik dan lain-lain. Di FP2I, Galih pernah menjadi kepala “HRD”nya organisasi tersebut, yakni sebagai Koord. Divisi Pengembangan Potensi dan Sumber Daya Mahasiswa (PPSDM) periode 2006-2007. Dibidang ini, ia cukup sukses melaksanakan tugas-tugas keorganisasiannya.

Berbicara mengenai perkuliahan, ia termasuk mahasiswa yang cukup cerdas. Walaupun tidak pernah berpredikat cum laude, namun IPK (indeks prestasi kumulatif) nya tidak pernah kurang dari 3,20 setiap semester. Dengan segala aktivitas keorganisasiannya, terbukti Galih mampu memanage waktu dan konsentrasinya untuk studi perkuliahannya.

Pria yang mengaku blasteran antara Bogor, Sukabumi dan Bandung ini mempunyai motto dalam hidupnya yang terus diucapkan dan dipegang teguh. Motto itu berbunyi “Saya harus jadi orang kaya, Saya harus jadi orang sukses”. Menurutnya, menjadi orang kaya dan sukses merupakan keharusan baginya sebagai manusia agar dipandang eksis di dunia global ini. Kaya dan sukses disini tidak hanya berarti kaya dan sukses materi semata. Namun mencakup banyak hal seperti, persahabatan, sosial, ibadah, pendidikan, keluarga dan lain-lain. Karenanya dia yakin, setiap manusia yang sukses dan kaya, adalah manusia yang paling bahagia di dunia.

FAIQOH FAUZIE

Posted by Star Act Development Center | 11:04 PM

*

Dara kelahiran Sidoarjo 4 Februari 1985 yang akrab disapa Faiq ini memang semenjak belia telah terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, sebab usai menyelesaikan sekolah dasarnya di tanah kelahirannya sendiri Faiq melanjutkan pendidikannya di perantauan hingga membuatnya bisa berinteraksi dengan orang-orang dengan beraneka ragam latar belakang. Kepiawaiannya dalam berbicara di depan umum telah terbaca semenjak ia duduk di sekolah dasar, namun jika berbicara mengenai kepiawaian maka untuk seorang Faiq memang seakan tidak ada habisnya, karena semenjak kecil ia memang memiliki segudang keinginan yang ingin diwujudkan.

Berangkat dari banyaknya bidang yang ia minati dan ia cita-citakan inilah yang mengantarkan dara manis ini menjadi sosok yang multi talented meski tidak jarang saking banyaknya keinginan yang muncul di benaknya justru membuatnya sering pusing sendiri dibuatnya.

Di bangku sekolah, rangking pertama hampir menjadi kewajiban buatnya. Namun bukan berarti nilainya tidak pernah jeblok, hal itu terjadi satu kali dalam seumur hidupnya selama mengenyam bangku sekolah yakni di satu caturwulannya di Sekolah Dasar usai menghadapi beratnya keterpurukan psikologis yang dialami saat Ayah tercintanya berpulang ke Rahmatullah tahun 1993.

Namun kesedihan masa kecil itu justru membentuknya menjadi pribadi yang tangguh hingga tak membiarkan nilai NEM tertinggi sesekolah bahkan se-kecamatan ia raih di bangku SD dan SLTA, sementara saat SLTP yang ia kenyam di kota Malang sembari menimba ilmu di pesantren memberikan pengalaman-pengalaman berharga yang sangat ia rasakan manfaatnya kemudian hari, dan dari situ juga ia bertemu dengan orang-orang hebat yang kemudian menginspirasinya untuk menjadi orang yang lebih hebat, setidaknya dengan selalu mempersembahkan prestasi bagi Ibunya yang sangat ia cintai dan kagumi, termasuk memyampaikan undangan wisuda Tahfidz Al-Quran di tahun 2004, hadiah terindah --diantara sekian banyak prestasi dan piala-piala bintang kelas serta bintang pelajar yang hampir setiap saat ia hadiahkan-- yang untuk pertama kalinya membuat air mata Ibunya mengalir karena bangga.

Setelah gagal menjadi dokter, seperti yang diharapkan Ayahnya dan cita-cita masa kecilnya, ia menjadi mahasiswi jurusan Psikologi yang kemudian dari sinilah ia dengan tegas telah menemukan konsep dirinya bahkan menemukan alasan tercerdas dan terindah dari sebuah pertanyaan “Mengapa saya bangga dan bersyukur menjadi mahasiswa Psikologi, bukan kedokteran?”.

Masa remajanya telah ia lalui dengan segudang prestasi dari berbagai macam bidang, dan berbagai penghargaan ia peroleh, mulai dari juara cerdas cermat umum, cerdas cermat Al-Quran, debat bahasa inggris, pidato bahasa inggris, kaligrafi Arab, pidato bahasa Arab, hingga di tahun 2006 lalu ia meraih peringkat pertama pada kejuaraan Musabaqah Qira’atil Kutub se-Provinsi DKI Jakarta yang akhirnya mengantarkannya sebagai salah satu delegasi dalam kejuaraan yang sama di tingkat Nasional tahun 2006 di Lirboyo Jawa Timur.

Segala pengalaman yang pernah menghiasi masa remajanya membuat gadis berzodiak Aquarius ini sukses berorganisasi mulai dari BEM Fakultas Psikologi, Forum Pengkajian Psikologi Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Keluarga Mahasantri Pesantren Luhur Sabilussalam, dan lain-lain dan berhasil memimpin penyelenggaraan berbagai acara.

Kecintaannya pada dunia Training dimulai semenjak duduk di bangku kuliah, dan lagi-lagi Psikologi-lah yang mengantarkannya sehingga ia menjadi akrab dengan dunia ini, hingga suatu saat berawal dari komentar rekan-rekan non-psikologinya yang mengatakan bahwa “Faiq tuh kalau ngomong kok selalu menghipnotis ya, dan kayaknya gampang banget bikin orang lain percaya dengan omongannya”, jika komentar itu hanya sesekali didapatkannya mungkin ia tak bisa menjadi semantap ini, sebab sudah puluhan kali komentar senada didengarnya baik langsung maupun tidak langsung. Berangkat dari situ dan berbekal beberapa training yang pernah dia ikuti, gadis yang salah satu motto hidupnya adalah “Khairunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang member manfaat kepada orang lain) memantapkan langkahnya dalam bidang training, sebab dari situ ia berharap menjadi orang yang bisa menebar manfaat kepada banyak orang.

Saat ini, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan yudisium cumlaud ini sedang merancang melanjutkan studi S2 di tengah konsentrasinya pada “Star Act Development Center” dan juga melanjutkan hobi menulisnya demi menghasilkan karya-karya baru menyusul novel pertamanya “Alunan Nafas Cinta” (da Excellent Publishing, Januari 2008).