FAIQOH FAUZIE

Posted by Star Act Development Center | 11:04 PM
KODE PPC ANDA

*

Dara kelahiran Sidoarjo 4 Februari 1985 yang akrab disapa Faiq ini memang semenjak belia telah terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, sebab usai menyelesaikan sekolah dasarnya di tanah kelahirannya sendiri Faiq melanjutkan pendidikannya di perantauan hingga membuatnya bisa berinteraksi dengan orang-orang dengan beraneka ragam latar belakang. Kepiawaiannya dalam berbicara di depan umum telah terbaca semenjak ia duduk di sekolah dasar, namun jika berbicara mengenai kepiawaian maka untuk seorang Faiq memang seakan tidak ada habisnya, karena semenjak kecil ia memang memiliki segudang keinginan yang ingin diwujudkan.

Berangkat dari banyaknya bidang yang ia minati dan ia cita-citakan inilah yang mengantarkan dara manis ini menjadi sosok yang multi talented meski tidak jarang saking banyaknya keinginan yang muncul di benaknya justru membuatnya sering pusing sendiri dibuatnya.

Di bangku sekolah, rangking pertama hampir menjadi kewajiban buatnya. Namun bukan berarti nilainya tidak pernah jeblok, hal itu terjadi satu kali dalam seumur hidupnya selama mengenyam bangku sekolah yakni di satu caturwulannya di Sekolah Dasar usai menghadapi beratnya keterpurukan psikologis yang dialami saat Ayah tercintanya berpulang ke Rahmatullah tahun 1993.

Namun kesedihan masa kecil itu justru membentuknya menjadi pribadi yang tangguh hingga tak membiarkan nilai NEM tertinggi sesekolah bahkan se-kecamatan ia raih di bangku SD dan SLTA, sementara saat SLTP yang ia kenyam di kota Malang sembari menimba ilmu di pesantren memberikan pengalaman-pengalaman berharga yang sangat ia rasakan manfaatnya kemudian hari, dan dari situ juga ia bertemu dengan orang-orang hebat yang kemudian menginspirasinya untuk menjadi orang yang lebih hebat, setidaknya dengan selalu mempersembahkan prestasi bagi Ibunya yang sangat ia cintai dan kagumi, termasuk memyampaikan undangan wisuda Tahfidz Al-Quran di tahun 2004, hadiah terindah --diantara sekian banyak prestasi dan piala-piala bintang kelas serta bintang pelajar yang hampir setiap saat ia hadiahkan-- yang untuk pertama kalinya membuat air mata Ibunya mengalir karena bangga.

Setelah gagal menjadi dokter, seperti yang diharapkan Ayahnya dan cita-cita masa kecilnya, ia menjadi mahasiswi jurusan Psikologi yang kemudian dari sinilah ia dengan tegas telah menemukan konsep dirinya bahkan menemukan alasan tercerdas dan terindah dari sebuah pertanyaan “Mengapa saya bangga dan bersyukur menjadi mahasiswa Psikologi, bukan kedokteran?”.

Masa remajanya telah ia lalui dengan segudang prestasi dari berbagai macam bidang, dan berbagai penghargaan ia peroleh, mulai dari juara cerdas cermat umum, cerdas cermat Al-Quran, debat bahasa inggris, pidato bahasa inggris, kaligrafi Arab, pidato bahasa Arab, hingga di tahun 2006 lalu ia meraih peringkat pertama pada kejuaraan Musabaqah Qira’atil Kutub se-Provinsi DKI Jakarta yang akhirnya mengantarkannya sebagai salah satu delegasi dalam kejuaraan yang sama di tingkat Nasional tahun 2006 di Lirboyo Jawa Timur.

Segala pengalaman yang pernah menghiasi masa remajanya membuat gadis berzodiak Aquarius ini sukses berorganisasi mulai dari BEM Fakultas Psikologi, Forum Pengkajian Psikologi Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Keluarga Mahasantri Pesantren Luhur Sabilussalam, dan lain-lain dan berhasil memimpin penyelenggaraan berbagai acara.

Kecintaannya pada dunia Training dimulai semenjak duduk di bangku kuliah, dan lagi-lagi Psikologi-lah yang mengantarkannya sehingga ia menjadi akrab dengan dunia ini, hingga suatu saat berawal dari komentar rekan-rekan non-psikologinya yang mengatakan bahwa “Faiq tuh kalau ngomong kok selalu menghipnotis ya, dan kayaknya gampang banget bikin orang lain percaya dengan omongannya”, jika komentar itu hanya sesekali didapatkannya mungkin ia tak bisa menjadi semantap ini, sebab sudah puluhan kali komentar senada didengarnya baik langsung maupun tidak langsung. Berangkat dari situ dan berbekal beberapa training yang pernah dia ikuti, gadis yang salah satu motto hidupnya adalah “Khairunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang member manfaat kepada orang lain) memantapkan langkahnya dalam bidang training, sebab dari situ ia berharap menjadi orang yang bisa menebar manfaat kepada banyak orang.

Saat ini, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan yudisium cumlaud ini sedang merancang melanjutkan studi S2 di tengah konsentrasinya pada “Star Act Development Center” dan juga melanjutkan hobi menulisnya demi menghasilkan karya-karya baru menyusul novel pertamanya “Alunan Nafas Cinta” (da Excellent Publishing, Januari 2008).

KODE PPC ANDA

Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book
0 comments